Liturgical Calendar

Featured Posts

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 13 Desember 2017 : TENTANG MENGAPA PERGI KE MISA HARI MINGGU

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Membahas rangkaian katekese tentang Misa, hari ini kita bertanya kepada diri kita : Mengapa pergi ke Misa hari Minggu?

Perayaan Ekaristi hari Minggu merupakan pusat kehidupan Gereja (bdk. Katekismus Gereja Katolik, no. 2177). Kita umat kristiani pergi ke Misa pada hari Minggu untuk berjumpa Tuhan yang bangkit, atau, lebih baik, membiarkan diri kita dijumpai oleh-Nya, mendengarkan sabda-Nya, bersantap di meja-Nya, dan dengan demikian menjadi Gereja, yaitu, Tubuh Mistik-Nya yang hidup dalam dunia saat ini.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 10 Desember 2017 : TENTANG TEMA HARI MINGGU ADVEN II

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari Minggu lalu kita memulai Masa Adven dengan undangan untuk berjaga-jaga. Hari ini, hari Minggu kedua masa persiapan Natal ini, Liturgi menunjukkan muatan yang benar: masa Adven adalah masa untuk mengenali kekosongan-kekosongan yang harus diisi dalam kehidupan kita, menghaluskan kekasaran harga diri dan memberi ruang bagi Yesus yang akan datang.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 8 Desember 2017 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi dan selamat hari raya!

Hari ini kita merenungkan eloknya Maria yang dikandung tanpa noda. Injil, yang menceritakan Kabar Sukacita, membantu kita untuk memahami apa yang sedang kita rayakan, terutama melalui salam Malaikat. Ia berbicara kepada Maria dengan sebuah kata yang tidak mudah diterjemahkan, yang berarti "dipenuhi dengan rahmat", "diciptakan oleh rahmat", "penuh rahmat" (Luk 1:28). Sebelum menyebutnya Maria, ia menyebutnya penuh rahmat, dan dengan demikian ia mengungkapkan nama baru yang telah diberikan Allah kepadanya, yang lebih sesuai bainya ketimbang nama yang diberikan kepadanya oleh orang tuanya. Kita juga menyebutnya demikian, dengan setiap Salam Maria.

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM AUDIENSI UMUM 6 Desember 2017 : MERENUNGKAN PERJALANAN APOSTOLIKNYA KE MYANMAR DAN BANGLADESH

Saudara dan saudari terkasih,

Hari ini saya ingin berbicara tentang Perjalanan Apostolik yang saya lakukan beberapa hari yang lalu ke Myanmar dan Bangladesh. Perjalanan tersebut merupakan karunia Allah yang luar biasa, dan maka saya bersyukur kepada-Nya atas segalanya, terutama atas pertemuan-pertemuan yang bisa saya lakukan. Saya memperbarui ungkapan rasa terima kasih saya kepada para penguasa kedua negara tersebut dan kepada para uskup masing-masing negara, atas seluruh karya persiapan dan atas sambutan yang diberikan kepada saya dan kepada para sejawat saya. Saya ingin mengucapkan "terima kasih" yang tulus kepada rakyat Myanmar dan kepada rakyat Bangladesh yang menunjukkan kepada saya begitu banyak iman dan begitu banyak kasih sayang; terima kasih!